Corak Batik Khas Derawan Maratua Mengharumkan Berau Ditingkat Nasional dan Internasional
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Bupati Berau Sri Juniarsih Mas sama sekali tidak menyangka momen pertemuannya dengan para pecinta Batik Nusantara, di Jakarta belum lama ini, Berhasil mengharamkan Batik Kabupaten Berau tidak hanya ditingkat Nasional tapi juga hingga ke kancah Internasional.
Dengan mengenalkan
Batik Derawan Maratua menjadi langkah awal pengenalan delapan motif batik yang
terinspirasi dari kekayaan alam Kepulauan Derawan dan Maratua, seperti batik motif
Bokko Lumangi atau batik motif Penyu, motif Buul Embal Nabang motif yang
terinspirasi dari ubur-ubur air tawar di Pulau Kakaban dan Goyak atau Ombak.
“Kami juga sama
sekali tidak menyangka di momen itu Berau yang awalnya hanya diundang, ternyata
malah mendapat panggung dengan begitu tertariknya mereka akan corak Batik Pulau
Dewaran dan Martua,” kata Bupati Sri, dalam sambutannya di Kegiatan Pelantikan
Pengurus Majelis Pembimbing cabang (Mabicap) dan Pengurus Kwartir Cabang
(Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Berau masa Bakti 2026-2031 di Balai Mufakat,
(4/8/2026).
Kendatipun Berau
memiliki banyak motif Batik tambah Bupati Sri Juniarsih Mas, tetapi motif
Maratua pulau Derawan punya ciri khas sendiri seperti misalnya Penyu Ombak dan
Pohon Kelapa.
”Itu semuanya
digariskan dan di jadikan batik yang berbentuk titik-titik menjadi sebuah kain
dapat kita pakai bukan hanya itu tetapi juga kain tersebut dapat kita
promosikan sampai keluar negeri disukai orang luar itu bisa menjadi potensi,” katanya
lagi.
Sementara itu Kepala Diskoperindag
Kabupaten Berau, Eva Yunita mengatakan Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN)
mendapatkan kepercayaan Kementerian
Kebudayaan RI, melalai Ketua Umum, Ayu Dyah Pasha memang arah sasaran IPBN itu
di samping customer yang ada Nusantara ini sasaran juga hingga luar Negeri
khususnya Jepang.
”Informasi
mereka sudah ada pembicaraan salah satu
pencinta Batik asal Jepang, hanya tinggal mereka tindaklanjuti. Rencananya menyesuaikan momen selesainya pemilihan Putra-Putri Batik
Nusantara akan dilaksanakan Bulan September 2026 mendatang mengusung tema Batik
Derawan Maratua,” ujar Eva saat diwawancarai di Balroom Hotel Mercure Jalan
Murjani .
Dan bila tambahnya,
Batik Derawan Maratua itu mendapat Buyer dari Jepang dipastikan akan produksi
besar-besaran untuk mengekspor.
“Bila itu terwujud
tentunya kita bangga dong di antara sekian banyak Kabupaten/Kota yang ada di
Indonesia ternyata Berau bisa mendapat kesempatan,”
katanya.
Bagi Kabupaten Berau ini tentunya bisa mengangkat Budaya Bumi Batiwakkal dituangkan dalam bentuk Batik Nusantara, kendatipun ditetapkan ada 8 motif batik Derawan dan Maratua akan tetapi saat louncing baru 3 motif .
“Menjadi harapan
mereka yang juga harapan kita bersama ini menjadi dampak positif dalam hal
peningkatan perekonomian Kabupaten Berau” tutupnya. (sep/FN)